Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Khawatirkan Penyerapan Belanja Semester I-2013

Jakarta, 05/07/2013 MoF (Fiscal) News – Jika siklus pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan benar, defisit anggaran pada semester 1-2013 diprediksi lebih besar dari realisasinya saat ini yang baru mencapai 0,8 persen. “Kenapa? Karena penyerapan belanjanya. Jadi saya tak khawatir dengan defisitnya,” demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri pada Rabu (3/7).

Ia menambahkan, realisasi defisit pada semester I-2013 saat ini dinilai masih belum mencapai target, karena baru mencapai Rp54 triliun atau 0,8 persen. Padahal, pada tahun ini pemerintah menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 sebesar 2,38 persen atau Rp224,19 triliun. “Anggaran kalau dia makin kontraktif berarti enggak ada efek ekspansinya,” kata Menkeu.

Dengan Gross Domestic Product (GDP) Indonesia yang sebesar Rp7.000 triliun, jika defisit pada semester I-2013 ditargetkan sebesar 1 persen saja, besarannya akan mencapai Rp160 triliun. “Kalau Rp54 triliun dibagi Rp7.000 triliun berapa tu? Kurang dari satu persen kan? Kalau kita punya target (defisit tahun ini) 2,4 persen, setengah tahun (defisitnya) baru 0,8, (ini artinya) terlambat,” jelasnya.

Oleh Karena itu, Menkeu menduga akan terjadi belanja mendadak pada bulan-bulan tertentu. “Siklus fiskalnya mesti benar. Kita harus lihat dari situ. Karena kalau cara berpikirnya 0,8 persen, ini bahaya, akibatnya nggak belanja-belanja. Kalau nggak belanja-belanja, nggak ada growth (pertumbuhan ekonomi),” pungkas Menkeu.(nic)