Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (23/08)

Menkeu: Lanjutkan Estafet Perjuangan Bangsa

Yogyakarta, 24/08/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan seluruh bangsa Indonesia wajib melanjutkan estafet cita-cita perjuangan para pendiri bangsa untuk mencapai negara yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur. Ia menyampaikan hal tersebut di awal kuliah umum bertemakan "APBN Untuk Bangsa" yang digelar di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada Rabu (23/08). 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di peringkat 3 di antara negara-negara G-20. Hal ini didukung oleh modal awal Indonesia yaitu letak geografis yang strategis, sumber daya alam yang banyak, jumlah masyarakat besar dengan demogafis muda dan sebagian besar di usia produktif. Selain itu, Indonesia memiliki institusi serta sistem politik yang demokrasi serta transparan. Namun ia berpesan untuk tidak mudah berpuas diri dan selalu berpikir kritis untuk memajukan bangsa.

"We have to move forward. Kita harus bisa lebih baik lagi. Ibu saya sering mengingatkan jangan suka kagetan (terkesima dengan hal-hal baru). Kita  harus terus membaca, baik literasi maupun tanda jaman. Kita harus menyiapkan banyak hal untuk menghadapi perubahan," ujarnya di hadapan 800 peserta mahasiswa UGM maupun dari kalangan umum.

Untuk menyiapkan diri terhadap perubahan, Pemerintah harus mampu menyiapkan masyarakat yang produktif agar memiliki daya saing yang kuat serta mengurangi ketimpangan yang dapat merusak keadilan sosial. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen untuk mencapai hal itu, namun APBN harus sehat dan kredibel.

 "Untuk mengetahui mengenai APBN yang bagus atau tidak, sehat atau tidak, kredibel atau tidak, anda harus mellihat seluruh komponen. APBN itu pendapatan negara, pajak, belanja negara. Apabila belanja lebih besar dari pendapatan disitu ada pembiayaan. Anda bilang hutang, itu hanya sebagian dari pembiayaan," terangnya. (ma/nr)