Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan dalam sesi Inspiring Lecture pada acara Presidential Lecture bagi sekitar 5.155 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Rekrutmen Tahun 2017 dari seluruh Kementerian/Lembaga di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (27/03).

Menkeu: Manfaatkan Teknologi untuk Layani Masyarakat

Jakarta, 28/03/2018 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan birokrat harus dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang sangat pesat sebaik mungkin. Teknologi merubah secara radikal tidak hanya struktur politik, ekonomi dan bisnis tetapi juga kehidupan masyarakat sehari-hari. 

Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam sesi Inspiring Lecture pada acara Presidential Lecture bagi sekitar 5.155 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Rekrutmen Tahun 2017 dari seluruh Kementerian/Lembaga di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (27/03).  

"Coba dengan data inilah kita harusnya sebagai birokrat mampu menganalisa dan mengantisipasi kemana arahnya masyarakat, perekonomian, teknologi dan negara kita di dalam menghadapi berbagai tantangan dan lingkungan yang berubah untuk meresponnya. Ini adalah yang disebut birokrat jaman now. Anda bergerak, memformulasikan dan merespons based on data," ungkap Menkeu.

Menkeu menginginkan para CPNS kemudian yang nantinya akan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh berhenti untuk belajar, sebab hal itulah yang akan membuat kemajuan bagi Republik Indonesia.

"Kalau Anda bekerja di bidang PAN, Anda lihat bagaimana organisasi berubah. Kalau anda bekerja di bidang PUPR, Anda melihat bagaimana konstruksi dan teknologi, bagaimana membangun dari mulai jalan sampai air minum. Kalau Anda bagian dari Kementerian Keuangan, Anda harus tahu apa yang disebut keuangan negara, bagaimana membandingkan APBN dengan antarnegara," tambah Menkeu.

Ia ingin agar para CPNS menjadi birokrat yang bersih dan berjiwa melayani dengan tidak pernah lelah mencintai Indonesia. 

"Jadilah birokrat yang melayani dan bersih. Jangan pernah menjadi bagian dari masalah. Pikir positif dan yang paling penting, jangan pernah lelah mencintai Republik Indonesia," pungkas Menkeu. (ip/ind/nr)