Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Memberikan Pembekalan dalam Rapim TNI

Jakarta, 17/01/2017 Kemenkeu – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pembekalan dalam Rapim TNI Tahun 2017 bertempat di Aula Gedung Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta pada Senin (16/01). Pada  Rapim TNI Tahun 2017 dengan  tema "Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Melaksanakan Tugas Pokok", Menkeu memberikan pembekalan terkait materi Perkembangan dan Tantangan Ekonomi-Fiskal Indonesia. 

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar, di mana 40 persen berusia di bawah 30 tahun. Ini dapat menjadi kekuatan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Usia mereka muda, banyak kekuatan dan mampu menjadi sumber daya ekonomi, maupun menciptakan pertahanan negara," kata Menkeu. Namun Menkeu mengingatkan bahwa investasi kepada Sumber Daya Manusia tetap penting, agar mereka produktif, inovatif serta berdaya saing.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI bersama Menkeu menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja sama Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kemenkeu dengan TNI. Panglima TNI berharap dengan MoU tersebut, perolehan pajak dapat melebihi target karena TNI bekerjasama dengan Kemenkeu.

Menkeu sendiri menyampaikan dukungannya ke TNI, karena menurutnya, TNI memiliki peran yang sangat penting. “Kemampuan untuk bisa mempengaruhi masyarakat untuk memiliki sikap karakter. Mestinya, TNI kalau kemana pun, nanya, pak udah bayar pajak atau belum?,” kata Menkeu. 

Sebagai informasi, salah satu kebijakan Belanja Negara pada APBN 2017 adalah mendukung penegakan hukum serta stabilisasi pertahanan dan keamanan, melalui pemberantasan dan penegakan peredaran gelap narkoba, tindak terorisme, serta pengadaan alutsista. Anggaran fungsi pertahanan dalam APBN tahun 2017 sebesar Rp108.293,8 miliar.(hr/rsa)