Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menkeu Sri Mulyani Indrawati pada acara peringatan Sewindu Indonesia Eximbank di Hotel Aston Semarang, Sabtu (28/10).

Menkeu Minta LPEI Ciptakan Divisi Riset dan Perbesar Porsi UMKM

Semarang, 31/10/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Idrawati meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk memiliki divisi khusus riset untuk pengembangan produk, demografi pasar, metodologi sampai dengan teknologi yang akan digunakan.

"Dengan adanya teknologi baru, orang itu berdagang jauh lebih demokratis. Saya sebut demokratis itu adalah one on one transaction menjadi memungkinkan melalui suatu platform," papar Menkeu di hotel Aston Semarang, Sabtu (28/10) pada acara peringatan sewindu Indonesia Eximbank.

Pada tahun 2045, populasi dunia akan meningkat dari 7 miliar ke 9 miliar. Dengan prediksi jumlah kemiskinan turun ke 2%, kelas menengah akan menjadi pasar yang sangat besar.

"Indonesia mestinya tahu itu adalah market dan kita harus melayani. (Harus) memikirkan market 10 (hingga) 20 tahun ke depan dan itu adalah generasi milenial serta Z," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa komoditas yang pasti menjadi tren adalah kakao dan kopi. Menkeu bercerita kalau di Washington DC tidak ada restoran Indonesia yang representative, tetapi di gerai kopi, yang mempunyai cabang hampir di seluruh dunia, selalu terdapat menu kopi Sumatera dan Jawa.

"Jadi kalau kita bicara tentang produk pertanian tadi, saya yakin LPEI harus masuk dari ujung upstreamnya. Petani, lahan, bibit sampai off-farm, packaging bawa kesana," jelas Menkeu.

Menurut Menkeu, dengan adanya revolusi teknologi, skala ekonomi bukanlah hal utama. Sekarang semua memungkinkan asalkan efisien dan profitable.

"Oleh karena itu, saya ingin juga LPEI memperbanyak porsi 12% untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Harus lebih tinggi porsinya untuk UMKM, namun harus dijembatani melalui platform sehingga ia tidak high cost dan high risk," pesannya. (ma/nr)