Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Optimis Penerimaan Pajak dari UMKM Sangat Signifikan

Jakarta, 11/06/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri mengaku optimistis, penerapan pajak sebesar 1 persen untuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan membantu menopang penerimaan negara, di tengah ancaman defisit anggaran negara. “Saya melihat begitu. Kalau itu diterapkan saya optimistis,” Kata Menkeu di Jakarta, Senin (10/6).

Menkeu menyambut positif ditetapkannya peraturan yang mengatur pengenaan pajak untuk sektor UMKM. Menurut Menkeu, aturan tersebut sebaiknya dapat segera diterapkan karena dapat membawa dampak yang cukup signifikan terhadap penerimaan negara. “Hitung saja jumlah UMKM di Indonesia. Jumlahnya besar. Mengenai hitungannya (terkait penerimaan negara) belum ada, tapi saya pikir sangat signifikan. UMKM ini dianggap sebagai hidden economy,” ungkap Menkeu.

Dengan membayar pajak, lanjut Menkeu, sektor UMKM akan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sehingga dengan adanya hal tersebut akan lebih mudah mendapatkan akses terhadap perbankan. “UMKM itu sebetulnya banyak yang potensial, profitnya cukup besar, tetapi kadang-kadang susah mendapatkan kredit dari perbankan karena tidak bankable. Makanya mereka perlu register untuk memudahkan mereka,” ujar Menkeu.

Namun demikian, lanjut Menkeu, tidak baik jika pajak yang diterapkan untuk sektor ini terlalu tinggi. “Maka kemudian diterapkan pajak 1 persen dari omset. Dengan begitu mereka aman. Bisa punya akses ke bank. Tidak dikejar-kejar karena dianggap telat, dan lebih percaya diri membuat plang usaha,” pungkas Menkeu. (iin)