Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2016 Menguat

Jakarta, 09/11/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2016 akan meningkat dibanding pada triwulan III-2016 yang tumbuh sebesar 5,2 persen. Salah satu faktor pendorongnya, belanja pemerintah yang diprediksi mengalami akselerasi pada triwulan IV-2016.

“Evaluasi dari kuartal III, konsumsi pemerintah memang agak melemah karena memang kita melakukan pemotongan anggaran. Jadi untuk kuartal IV, faktor pemerintah diharapkan akan lebih positif, karena akselerasi belanja akhir tahun,” jelasnya usai membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada Senin (07/11) di Kantor Pusat DJP, Jakarta.

Selain itu, ia meyakini, membaiknya peringkat ease of doing business Indonesia akan membawa dampak positif bagi investasi. Dengan peningkatan peringkat tersebut, lanjutnya, Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mulai menunjukkan kenaikan. Bahkan, saat ini, investor memposisikan Indonesia sebagai negara middle income yang relatif paling sehat baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maupun reformasinya.

“Karena kita dianggap sebagai the best performer dari sisi reform-nya, itu bisa memposisikan Indonesia sebagai suatu negara yang pasarnya cukup besar, potensinya banyak, dan komitmen reform dari pemerintahnya sangat kuat. Ini diharapkan bisa memicu suatu confidence dari sisi investasi, baik dari sisi PMA, PMDN, maupun dari sisi sumber-sumber pasar modal mapun perbankan,” tambahnya.

Sementara itu, meskipun kondisi ekonomi global belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan, pemerintah berharap kontraksi ekspor dan impor pada triwulan IV-2016 tidak akan sedalam kuartal III-2016. “Memang global environment masih sangat lemah, masih sangat menantang, dalam hal ini memang kita tidak akan mengharapkan perubahan yang langsung melonjak, tetapi paling tidak, tidak terjadi kontraksi,” pungkasnya.(nv)