Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi Tercapai

Jakarta, 28/05/2013 MoF (Fiscal) News –  Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menyampaikan beberapa perubahan asumsi makro pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2013. H al ini disampaikan Menkeu pada Senin (27/5) di Jakarta.

Ia memaparkan, perubahan tersebut antara lain terjadi pada asumsi defisit yang pada APBN 2013 ditetapkan sebesar 1,65 persen, pada APBN-P 2013 direvisi menjadi 2,5 persen. Selain itu, perubahan juga terjadi pada asumsi lifting minyak dari 900.000 barel per hari menjadi 840.000 barel per hari, serta perubahan Indonesian Crude Price (ICP) dari 100 dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 108 dolar AS. “Karena itu ada hal yang dilakukan penyesuaian. Di samping ada perubahan, implikasinya postur APBN 2013 ada perubahan. Sisi pendapatan negara menurun, karena penerimaan migas tidak seperti diharapkan,” kata Menkeu. 

Dalam RAPBN-P 2013, pemerintah juga melakukan koreksi atas asumsi inflasi dari yang sebelumnya sebesar 4,9 persen menjadi 7,2 persen. Perubahan tersebut terjadi karena adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menkeu menambahkan, nantinya pemerintah akan memberikan kompensasi kepada masyarakat miskin jika terdapat penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Terkait pertumbuhan ekonomi tahun 2013, Menkeu mengaku optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2 persen akan tercapai. Hal ini didukung oleh konsumsi yang berasal dari penduduk usia muda yang diperkirakan akan meningkat. “Kontribusi konsumsi masih diharapkan memberi pencapaian target pertumbuhan ekonomi dari penduduk mayoritas (usia) 30 tahun. Penduduk muda konsumsinya akan ada peningkatan,” pungkas Menkeu.(nic)