Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Paparkan Kebijakan APBN 2017 dalam Kompas 100 CEO Forum

Jakarta. 25/11/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 disusun secara lebih realistis dan kredibel, agar mampu mendukung kegiatan ekonomi yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

Untuk mencapai tujuan tersebut, kebijakan pemerintah diarahkan agar tetap berpihak pada momentum pertumbuhan, investasi sumber daya manusia dan infrastruktur, dalam rangka meningkatkan produktivitas.

Dari sisi pendapatan negara, pemerintah telah menetapkan target sektor perpajakan secara lebih berhati-hati. “Karena tahun-tahun sebelumnya terjadi situasi dimana target penerimaan jauh lebih tinggi dan realisasi jauh lebih rendah, yang menimbulkan berbagai macam excess, terutama pada kuartal terakhir di setiap tahun fiskal yang menimbulkan sinyal tidak baik,” jelas Menkeu dalam acara Kompas 100 CEO Forum yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta pada Kamis (24/11).

Kebijakan perpajakan 2017, lanjutnya, difokuskan antara lain pada peningkatan basis pajak dan kepatuhan wajib pajak, pemberian insentif perpajakan, perbaikan regulasi perpajakan, serta pengenaan cukai untuk pengendalian barang konsumsi tertentu.

Sementara itu, di sisi belanja, perbaikan kualitas belanja APBN tetap menjadi prioritas pemerintah. “Anggaran pemerintah pusat dan transfer ke daerah sudah sama, berarti pembangunan akan didorong oleh kinerja Pemda,” tambahnya.

Sebagai informasi, Kompas 100 CEO Forum merupakan sebuah forum para CEO dengan Presiden Joko Widodo serta anggota kabinet dan semua pemangku kepentingan untuk mendiskusikan langkah-langkah pemantapan iklim investasi, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada tahun 2017.(ws)