Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Paparkan Kondisi Perekonomian Terkini dalam Forum Nasional Legislatif dan Eksekutif

Jakarta, 28/09/2016 Kemenkeu - Pemerintah terus melakukan upaya untuk menjaga perekonomian domestik agar tidak terdampak pelemahan ekonomi global. Hal ini diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang tinggi dan inklusif dapat terwujud.

“Kita menginginkan agar ekonomi dan pemerintahan bisa berjalan dengan baik, dan pada akhirnya bisa menghasilkan pertumbuhan yang tinggi sehat dan inklusif dan menuntaskan kemiskinan,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam paparannya pada pertemuan Nasional Legislatif dan Eksekutif dengan tema perekonomian terkini Indonesia pada Selasa (27/09) di Jakarta.

Dalam paparannya, Menkeu juga menyoroti kondisi perekonomian global terkini. Menurutnya, fondasi perekonomian global saat ini tergolong masih rapuh, yang ditandai dengan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi dunia. “Hal ini menyebabkan beberapa penggerak pertumbuhan ekonomi dunia juga terpengaruh kepada sejumlah negara,” katanya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pelemahan ekonomi dunia antara lain ditandai dengan penurunan harga komoditas, seperti pertambangan dan pertanian. Tidak hanya itu, pelemahan juga dirasakan di sektor perdagangan. “Kondisi pelemahan ini secara umum tidak terjadi pada komoditas saja, namun juga perdagangan dunia memang melemah, yang disebabkan oleh terjadinya perubahan di dalam industri manufaktur dunia,” tambahnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, secara tidak langsung telah memengaruhi kondisi perekonomian Indonesia. Sektor komoditas, terutama pertambangan dan perkebunan adalah yang paling merasakan dampak pertumbuhan negatif tersebut. Oleh karena itu, Pemerintah akan terus menjaga perekonomian dalam negeri sekuat mungkin, agar tidak tergerus imbas pelemahan ekonomi global.(hi)