Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Paparkan Realisasi Asumsi Makro APBN Triwulan I-2016

Jakarta, 12/04/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penguatan sepanjang kuartal I-2016. Rupiah tercatat menguat dibandingkan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 yang sebesar Rp13.900 per dolar AS.

"Rupiah membaik dari asumsi APBN 2016. Kita harapkan sepanjang tahun bisa tetap stabil," jelas Menkeu dalam Rapat Kerja Pemerintah dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (11/4) di Jakarta.

Selain nilai tukar rupiah, pada kesempatan tersebut Menkeu juga menyampaikan realisasi asumsi dasar  ekonomi makro APBN 2016 hingga triwulan I-2016. Untuk inflasi, realisasinya tercatat sebesar 4,45 persen (yoy), lebih rendah dari asumsi dalam APBN 2016 yang sebesar 4,7 persen.

Realisasi Suku Bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 Bulan tercatat sebesar 5,9 persen, lebih tinggi dari asumsi pada APBN 2016 yang sebesar 5,5 persen. Realisasi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) sebesar 30,2 dolar AS per barel, lebih rendah dari asumsi dalam APBN 2016 yang sebesar 50 dolar AS per barel.

Sementara, realisasi lifting minyak bumi untuk periode Desember 2015 hingga Februari 2016 tercatat sebesar 785,2 ribu barel per hari, lebih rendah dari asumsi dalam APBN 2016 yang sebesar 830 ribu barel per hari. Di sisi lain, realisasi lifting gas bumi untuk periode yang sama tercatat mencapai 1.234,6 ribu barel setara minyak per hari, lebih tinggi dari asumsi dalam APBN 2016 yang sebesar 1.155 ribu barel setara minyak per hari.

Namun demikian, pemerintah belum dapat menyampaikan realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2016, karena masih menunggu data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). "Belum bisa kita sampaikan, karena kita menunggu rilis resmi dari BPS," pungkasnya.(nv)