Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara di acara seminar Asia–Pasific Food Forum 2017, dengan tema 'Food, International Trade and Changing Global Economy: New Directions for Asia dan the Pasific' di Shangri-La Hotel, Jakarta pada Senin (30/10).

Menkeu: Pembangunan Ekonomi Harus Merata

Jakarta 31/10/2017 Kemenkeu - Fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya mendorong ekonomi tumbuh tinggi, namun juga menciptakan pemerataaan. Ini adalah tantangan berat yang perlu ditangani dengan tepat. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menjadi pembicara di acara seminar Asia–Pasific Food Forum 2017, dengan tema Food, International Trade and Changing Global Economy: New Directions for Asia dan the Pasific di Shangri-La Hotel, Jakarta pada Senin (30/10/2017). 

"Ini tantangan, maka Jokowi-JK tegaskan kita harus bangun dari yang terluar. Untuk mencapai pemerataan antar penduduk dan pulau yang ada. Bagaimana? Adalah keberpihakan dan penegakan hukum," kata Menkeu.

Pemerataan bukan hanya tentang satu sisi, namun melibatkan keseluruhan komponen. Mulai dari pembangunan infrastruktur, perdagangan hingga ketersediaan pangan.

"Bagaimana pemerintah merespon?, Kami belajar dari lembaga-lembaga utama yang produksi dan langkah yang tepat yang membantu kami menentukan arah kebijakan kami sendiri," terangnya. 

Seiring dengan pemerataan ekonomi, pemerintah juga tengah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Setidaknya ada lebih dari 350 kabupaten/kota yang bertanggungjawab atas pembangunan infrastruktur kesehatan dan pendidikan yang juga menjadi prioritas pemerintah saat ini. 

"Lalu, yang penting adalah pembangunan yang merata. Karena Indonesia adalah kepulauan maka ada kesenjangan. Kalau jumlah tenaga kerja 91,8% masih bekerja di pertanian. Kontribusi ke PDB menurun kurang dari 13%. Ini timbulkan masalah tidak hanya produktivitas tapi juga kesejahteraan," ungkapnya. (mj/rsa)