Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Penguatan Rupiah dan IHSG Pengaruh Sentimen Dalam Negeri

Jakarta, 17/03/2014 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menyatakan bahwa penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Jumat sore (14/3) lebih disebabkan karena pengaruh sentimen dalam negeri.


Hal ini diindikasikan karena tidak adanya modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia pada saat penguatan terjadi. "Jadi, yang saya bisa lihat hari Jumat (14/3) kemarin itu fenomenanya lokal, didorong investor lokal, karena saham regionalnya tidak naik tapi mixed," ungkap Menkeu.


Ia menambahkan, dampak faktor eksternal pada Jumat lalu hampir tidak ada. Hal ini terlihat dari nilai tukar rupiah hanya menguat sedikit, begitu juga dengan yield bond. Sebagaimana diketahui, sentimen positif eksternal biasanya tercermin dari penguatan nilai tukar rupiah dan penurunan yield obligasi. “Hari Jumat kemarin praktis rupiah hanya menguat 30 poin menjadi Rp11.356/USD. Penguatan rupiah praktis sudah terjadi sejak bulan lalu. Jika kita lihat bond yield, Jumat kemarin juga relatif stabil. Artinya, Jumat kemarin praktis sentimen positif bukan disebabkan oleh arus modal asing yang masuk ke SUN (Surat Utang Negara) atau ke rupiah. Jadi fenomena Jumat kemarin bukan fenomena eksternal," jelas Menkeu.


Seperti diketahui, pada Jumat (14/3) sore, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup setelah melanjutkan penguatan hingga 3,84 persen. IHSG BEI ditutup menguat sebesar 152,48 poin atau 3,13 persen ke posisi 4.878,64, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 36,26 poin (4,37 persen) ke level 830,67.(nic)