Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Penurunan Tax Ratio Indikasi Perlunya Reformasi Perpajakan

Jakarta, 15/10/2015 Kemenkeu - Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menyoroti terjadinya penurunan rasio penerimaan perpajakan (tax ratio) pada periode 2012-2014. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu alasan mendesaknya reformasi perpajakan bagi Indonesia.

“Salah satu indikator yang memperkuat kebutuhan akan reformasi perpajakan di Indonesia adalah tax ratio,” jelas Menkeu dalam workshop bertajuk ‘Indonesia Tax Policies for Sustainable Growth and Lessons Learned from Mexico Taxes Reform’ pada Kamis (15/10) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Menkeu menyebutkan bahwa pada tahun 2012, tax ratio Indonesia mencapai lebih dari 12 persen. Namun, pada tahun 2014, turun menjadi sekitar 11 persen. “Tax ratio Indonesia mengalami penurunan, dari di atas 12 persen pada 2012 menjadi 11 persen pada 2014, atau tahun lalu,” ungkapnya.

Menurutnya, merupakan hal yang wajar jika hal ini terjadi pada saat pertumbuhan ekonomi sangat rendah atau terjadi kontraksi. “Tapi kenyataannya adalah pada periode tersebut, pertumbuhan ekonomi relatif kuat. Jadi, ada sesuatu yang salah dengan sistem perpajakan kita,” ungkapnya.(nv)