Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan

 

Jakarta, 09/04/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) Agus D.W. Martowardojo menegaskan, jika terjadi tekanan terhadap perekonomian nasional, pemerintah akan memprioritaskan pengentasan kemiskinan dan pengangguran. “Kita memahami, apabila tekanan fiskal harus terjadi, maka harus memprioritaskan pengentasan kemiskinan dan pengangguran daripada pertumbuhan ekonomi” ujar Menkeu di Jakarta pada Senin (8/4).

Menkeu menambahkan, tekanan fiskal dapat saja terjadi apabila biaya subsidi jauh di atas yang dianggarkan, misalnya pada tahun 2012 lalu di mana realisasi subsidi energi di atas yang telah dianggarkan. “Dan pada 2013 ini kuota BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi juga ada potensi berada di atas anggaran. Oleh karena itu, volume BBM bersubsidi 2013 harus dikendalikan, karena akan berdampak pada kemiskinan” ungkap Menkeu. 

Menkeu mengatakan, sejauh ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama pimpinan pemerintahan di pusat dan daerah juga sedang mempelajari kebijakan terkait pengendalian BBM. “Karena kalau tidak, BBM yang kuotanya 46 juta kilo liter dapat menjadi 53 juta kilo liter. Ini bisa menyebabkan defisit anggaran 2013 sebesar tiga persen dan melanggar undang-undang,” paparnya. Menkeu menambahkan, tidak hanya penerimaan negara yang harus meningkat, tetapi pengelolaan belanja juga harus lebih efektif serta sesuai dengan target-target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).(nic)