Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Produktivitas adalah Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang

Washington DC, 21/04/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutan dalam kegiatan East Asia Pacific Department (EAP) Seminar on Unleashing Productivity: The Key to Sustainable Inclusive Growth pada Kamis (20/04) di gedung J, kantor pusat Bank Dunia, Washington, D.C, Amerika Serikat. dalam rangkaian acara Bank Dunia/World Bank (WB) - Dana Moneter Internasional/International Monetary Fund (IMF) Spring Meetings 2017.

Dalam sambutannya Menkeu menyampaikan bahwa produktivitas adalah pendorong utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang, dan menurutnya, masa depan kita akan semakin bergantung pada perbaikan produktivitas multi faktor. "Produktivitas di sektor manufaktur telah mendukung pertumbuhan TFP (Total Factor Productivity) di Indonesia namun secara keseluruhan pertumbuhannya masih rendah," terang Menkeu.

Lebih lanjut Menkeu menyampaikan bahwa sektor manufaktur sebagai kontributor tertinggi terhadap pertumbuhan PDB di Indonesia, sementara layanan adalah komponen terbesar dalam pertumbuhan ekonomi.

Menurut Menkeu, Indonesia memiliki bonus demografi, dimana sekitar 60% penduduk Indonesia berusia di bawah 39 tahun yang memiliki potensi kreativitas dan inovasi yang sejalan dengan perkembangan teknologi. "Oleh karena itu, dalam lingkungan yang berubah dimana persaingan global semakin ketat, Indonesia pada dasarnya memiliki banyak potensi dalam mengembangkan kewirausahaan, terutama bagi pengusaha muda dan perempuan," jelas Menkeu.

Menkeu menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah menetapkan beberapa kebijakan strategis untuk menghidupkan kembali sektor manufaktur di Indonesia, antara lain: (1) memfasilitasi pertumbuhan industri pendukung, (2) memperbaiki infrastruktur: jalan, pelabuhan dan energi, (3) meningkatkan iklim investasi, (4) mengoptimalkan industri nasional untuk bergabung dengan global value chain, (5) deregulasi yang berkelanjutan dalam bidang logistik dan distribusi, (6) menjamin ketersediaan faktor produksi dengan harga yang kompetitif, khususnya energi, (7) meningkatkan produktivitas subsektor manufaktur dengan lapangan kerja yang tinggi melalui penyediaan tenaga kerja yang sangat terampil, dan (8) meningkatkan pendidikan melalui pendidikan konvensional dan kejuruan Sekolah.

Turut hadir sebagai pembicara panel dalam kegiatan ini adalah Menkeu Paraguay Santiago Pena, Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Penasihat Perdana Menteri pada Program Transformasi Nasional dan CEO, Performance Management and Delivery Unit (PEMANDU) Malaysia, Dato’ Sri Idris Jala dan Direktur Pengelola Sekolah Bisnis George Washington, Danny Leipziger. (rsa/rsa)