Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: RAPBN 2017 Harus Rasional dan Kredibel

Jakarta, 31/08/2016 Kemenkeu - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 sebagai instrumen kebijakan fiskal memiliki peran yang sangat fundamental dalam pengelolaan ekonomi yang sehat dan sustainable.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, RAPBN 2017 disusun dengan basis perhitungan yang didasarkan pada koreksi yang telah dilakukan pada APBN 2016. Selain itu, penyusunan RAPBN 2017 juga mempertimbangkan perkembangan kondisi perekonomian global dan domestik terkini.

Sebelumnya, ia menerangkan bahwa untuk mengembalikan kredibilitas fiskal, pemerintah berinisiatif melakukan langkah-langkah koreksi fiskal pada APBN 2016. Koreksi tersebut dilakukan untuk menciptakan stabilitas makro ekonomi dan kebijakan fiskal yang efektif, dengan tetap menjunjung asas taat pada peraturan perundangan.

“Ini (koreksi) perlu dilakukan dalam rangka pengamanan pelaksanaan APBN-P (APBN Perubahan) tahun 2016 untuk mencapai prioritas pembangunan sesuai Nawacita, dan sekaligus menciptakan kepercayaan pemangku kepentingan dan pelaku ekonomi,” jelasnya saat menyampaikan tanggapan pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan undang-undang (RUU) APBN 2017 beserta Nota Keuangannya, dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Selasa (30/08).

Lebih lanjut ia menerangkan, pengelolaan APBN harus dilakukan secara hati-hati, kredibel dan akuntabel, agar dapat menjamin stabilitas ekonomi makro. “APBN harus dikelola secara hati-hati, bijaksana, kredibel, akuntabel dan sustainable atau berkelanjutan, agar mampu menjadi kebijakan di dalam menciptakan stabilitas makro ekonomi dan instrumen kebijakan fiskal yang efektif," ungkapnya.(hi)