Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Rasio Utang Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

Jakarta, 29/12/2016 Kemenkeu - Kebijakan utang pemerintah menjadi salah satu hal yang sering disoroti oleh masyarakat. Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pemerintah selalu menjunjung prinsip kehati-hatian dalam mengelola utang secara bijaksana.

Kehati-hatian tersebut tercermin dari terjaganya rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yang saat ini termasuk salah satu yang terendah di dunia. “Dari sisi exposure utang, Indonesia di bawah 3 persen (dari PDB),” tegas Menkeu saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Malang pada Rabu (28/12).

Angka tersebut, lanjut Menkeu, masih lebih rendah jika dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Filipina. Bahkan, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan rasio utang negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang.

“Negara kaya seperti Amerika dan Jepang, Jepang itu rasio utangnya mencapai 250 persen dari GDP, Amerika sekarang mendekati 100 persen. Kalau Presiden terpilih Trump kalau programnya terus menaikkan belanja dan mengurangi pajak, maka nanti utangnya akan naik,” urainya.

Selain rasio utang terhadap PDB yang relatif rendah, Menkeu juga mengungkapkan bahwa tingkat utang publik Indonesia menunjukkan tren penurunan dibandingkan satu dasawarsa lalu.

Oleh karena itu, Menkeu mengajak masyarakat pada umumnya, dan mahasiswa pada khususnya untuk melihat utang pemerintah secara objektif. “Jadi saya ingin sampaikan memang negara harus berhati-hati dalam mengelola utang, tapi kita juga harus tempatkan ini sebagai satu instrument yang harus dilihat secara objektif. Kalau nggak mau utang, ada dua konsekuensinya, bayar pajaknya naik atau belanjanya dikurangi,” jelasnya.(nv)