Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Realisasi Pendapatan Negara TA 2016 Meningkat Rp.47,9 triliun

Jakarta, 19/07/2017 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan agenda Tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Fraksi-Fraksi DPR RI atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2016 bertempat di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta pada Selasa (18/07).

Menkeu menyampaikan bahwa realisasi pendapatan negara TA 2016 meningkat Rp.47,9 triliun atau 3,2 persen dibandingkan realisasi TA 2015. Realisasi Pendapatan Negara tersebut terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp.1.284,9 triliun, PNBP sebesar Rp.261,9 triliun, dan Penerimaan Hibah sebesar Rp.8,9 triliun. "Masih lemahnya ekonomi global dan rendahnya harga komoditas sangat mempengaruhi penerimaan perpajakan terutama dari sektor migas dan PNBP sumber daya alam dan penerimaan kepabeanan," ujar Menkeu.

Selain itu, pada tahun 2016 telah dilakukan revisi kebawah penerimaan perpajakan secara signifikan agar APBN kembali kredibel dan sustainable. Oleh sebab itu, Pemerintah mengambil langkah strategis mengendalikan belanja sehingga realisasi Belanja Negara pada tahun 2016 dapat ditekan lebih rendah dari APBN-P TA 2016, meskipun lebih tinggi Rp.57,8 triliun atau 3,2 persen dibandingkan realisasi tahun 2015.

"Pemerintah melakukan kebijakan pengendalian belanja selain karena revisi menurun dari penerimaan perpajakan, pengurangan belanja juga dilakukan dalam rangka mempertajam efisiensi belanja terutama belanja barang dan personek, serta belanja modal yang tidak prioritas dan produktif." kata Menkeu. (ip/hr)