Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Rupiah Lemah Karena Fluktuasi Pasar Uang

Jakarta, 30/05/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah yang terjadi akhir-akhir ini bukan disebabkan adanya isu terkait bahan bakar minyak (BBM).  

Menkeu menegaskan, isu kenaikan harga BBM bersubsidi tidak dapat dikatakan menjadi penyebab melemahnya rupiah, karena rupiah sudah melemah sebelum ada isu kenaikan harga BBM bersubsidi. “Saya nggak mau gara-gara itu (isu BBM bersubsidi) market tinggi, saya nggak mau klaim gara-gara itu market tinggi, karena sekarang rupiah melemah lagi. Lebih kepada fluktuasi pasar uang,” kata Menkeu.

Pelemahan rupiah yang terjadi saat ini, menurutnya, lebih disebabkan oleh tingginya permintaan dolar Amerika Serikat (AS) karena adanya kemungkinan AS menghentikan Quantitative Easing (QE). “Ben Bernanke baru bicara tentang QE, kemungkinan penghentian QE yang implikasinya itu kalau dilakukan, arus capital inflow dalam bentuk portofolio ke emerging market itu akan melambat,” ungkap Menkeu.

Meski demikian, Menkeu tidak yakin Bank Sentral AS akan menghentikan QE-nya. Menurut Menkeu, perbaikan yang ada saat ini belum cukup kuat, sehingga belum layak untuk dihentikan. “Jadi sinyal dari Bernanke seperti itu tapi kita mesti lihat, ini yang biasanya direspon market dengan cepat,” pungkas Menkeu.(nic)