Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Saatnya Indonesia Beralih ke Sektor Manufaktur dan Jasa


 
Jakarta, 07/02/2014 MoF (Fiscal) News – Pemerintah perlu mempertimbangkan untuk menfokuskan penyerapan tenaga kerja agar tidak bergantung terhadap sektor pertanian. Hal ini dirasa perlu dilakukan, karena lahan pertanian semakin lama semakin sempit.


Semakin sempitnya lahan pertanian tersebut mengakibatkan sektor pertanian tidak cukup menampung tenaga kerja. “Saya rasa kuncinya ke depan penyerapan tenaga kerja tidak bisa lagi mengandalkan sektor pertanian, karena sektor pertanian itu lahannya terbatas. Kalau tenaga kerjanya banyak, bayangkan banyak sekali orang yang di lahan terbatas. Akibatnya, produktivitas mengalami penurunan. Ini kalau di ekonomi namanya the law of diminishing return, tanah kecil dikasih orang banyak akibatnya kepenuhan," demikian dipaparkan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri.  


Menurut Menkeu, sektor pertanian saat ini seharusnya dimodernisasi, sehingga tenaga kerja di sektor pertanian bergeser ke sektor manufaktur dan jasa. Oleh karena itu, sektor manufaktur harus tumbuh dan berkembang. “Yang mesti terjadi adalah bagaimana pertanian ini dimodernisasi supaya orangnya pindah ke manufaktur dan jasa, jadi manufakturnya harus tumbuh,” tambahnya.


Seperti diketahui, sektor manufaktur tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional 2013 yang sebesar 5,78 persen. Hal ini mengakibatkan peralihan petani ke sektor manufaktur menjadi tidak mudah. “Nah manufakturnya tumbuhnya sedikit, di bawah pertumbuhan ekonomi yang 5,78 persen, akibatnya rasio sektor manufaktur terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) itu pasti mengalami penurunan,” jelas Menkeu.(nic)