Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyaksikan acara Deklarasi Bersama Peningkatan Transaksi Rupiah yang dilakukan PT Adaro Indonesia dengan PT Pertamina, PT Saptaindra Sejati (SIS), PT Pama Persada (PAMA) dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) di Aula Mezzanine Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan pada Rabu (03/10).

Menkeu Saksikan Penandatanganan Deklarasi Bersama Peningkatan Transaksi Rupiah PT ADARO

Jakarta, 03/10/2018 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyaksikan acara Deklarasi Bersama Peningkatan Transaksi Rupiah yang dilakukan PT Adaro Indonesia dengan PT Pertamina, PT Saptaindra Sejati (SIS), PT Pama Persada (PAMA) dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) di Aula Mezzanine Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan pada Rabu (03/10).
 
Penandatanganan kesepakatan bersama, diwakili oleh Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir, Presiden Direktur PT Pama Persada yang diwakili Frans Kesuma serta Direktur PT Saptaindra Sejati yang diwakili oleh Asep Kusmana.
 
Menkeu memberikan apresiasi inisiatif dari PT Adaro untuk mendukung langkah pemerintah dalam menstabilkan nilai tukar rupiah dengan mengajak para mitra kerja dan kontraktor perusahaan (Pertamina, SIS, PAMA & BUMA) untuk meningkatkan transaksi Rupiah di dalam operasional bisnis perusahaan.
 
“Saya menyambut gembira inisiatif yang dilakukan oleh PT Adaro dan para kontraktornya untuk terus melakukan konversi atau melakukan penggunaan Rupiah di Indonesia. Di dalam konteks ini beberapa eksportir kita memang masih akan membutuhkan dollar yang diterimanya untuk kebutuhan kewajiban-kewajiban mereka, dan itu tetap kita hormati,” kata Menkeu.
 
Menkeu menambahkan dengan melakukan konversi ke rupiah secara konsisten sesuai dengan peraturan Bank Indonesia maka diharapkan akan terjadi suatu keseimbangan antara pasokan dollar dan permintaan dollar.
 
"Kita semua menjaga perekonomian secara bersama-sama; Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat karena kita menghadapi dinamika global yang memang mengharuskan dan menghendaki kita semua terus melakukan penyesuaian-penyesuaian dan fleksibilitas adalah inti dari keseluruhan cara kita mengelola ekonomi menghadapi dinamika yang meningkat,” ujarnya.
 
Melalui kesepakatan ini maka dana hasil ekspor (DHE) Adaro dalam setahun, setelah dikurangi oleh kewajiban-kewajiban perusahaan, seluruhnya akan dikonversikan ke dalam rupiah. Nilai totalnya diperkirakan mencapai sekitar USD 1,7 miliar.
 
“Ini adalah langkah yang saya hargai dari PT Adaro dan seluruh shareholdernya dan tentu juga dari para mitra kerjanya yang sekarang sudah melakukan konversi dalam bentuk rupiah. Kalau tadi disampaikan USD 1,7 miliar itu berarti nilainya sangat besar untuk satu perusahaan saja dan saya yakin di Indonesia banyak perusahaan-perusahaan ekspor besar yang juga bisa melakukan langkah yang sama seperti PT Adaro," pungkas Menkeu. (ip/ind/nr)