Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Sudah Saatnya Indonesia Bangkitkan Sektor Manufaktur

Jakarta, 23/11/2015 Kemenkeu - Indonesia harus memperkuat ekonomi domestiknya agar dapat bertahan di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global dewasa ini. Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, sektor manufaktur menjadi salah satu kuncinya.

Dalam seminar nasional dan kongres ketiga Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) Pontianak yang digelar pekan lalu, Menkeu menekankan bahwa produk hasil manufaktur merupakan produk yang memiliki volatilitas harga yang rendah. Dengan demikian, perekonomian domestik akan lebih kuat dan stabil jika ditopang oleh sektor manufaktur, dibanding jika ditopang oleh sektor komoditas.

“Intinya sekarang ke depan bagaimana kita memperkuat ekonomi domestik, pertama kali bagaimana kita semua sebagai ekonom mulai mengedepankan pendekatan bahwa produk yang harganya paling kecil volatilitasnya adalah produk hasil olahan, jadi apapaun itu sebaiknya adalah produk olahan,” jelasnya.

Oleh karena itu, kesadaran untuk mengolah produk mentah harus mulai dibangkitkan kembali. Terlebih, sektor manufaktur pernah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada waktu lampau.

“Jadi budaya untuk mengolah itu harus ada. Apalagi Indonesia pernah punya pengalaman sektor manufakturnya pernah kontribusinya hampir 30 persen dari PDB, tetapi hari ini cuma 22 persen,” ungkap Menkeu.(nv)