Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam sambutannya pada acara Tabligh Akbar 1 Muharram 1439 H dengan tema “Membangkitkan Semangat Hijrah Menuju Kementerian Keuangan yang Lebih Baik” di Aula Djuanda Kemenkeu, Jakarta pada Jumat (27/10).

Menkeu: Tahun Baru 1 Muharram 1439H, Momentum Evaluasi Diri

Jakarta, 30/10/2017 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa peringatan 1 Muharram 1439 Hijriyah merupakan momentum bagi seluruh insan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk terus melakukan evaluasi diri menuju terwujudnya Kemenkeu yang lebih baik dan terpercaya sebagai institusi. Hal ini dikemukakan oleh Menkeu dalam sambutannya pada acara Tabligh Akbar 1 Muharram 1439H dengan tema “Membangkitkan Semangat Hijrah Menuju Kementerian Keuangan yang Lebih Baik” di hall Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/10).

“Kepindahan (hijrah Nabi Muhhamad SAW dari Mekah ke Medinah) itu di dalam konteks agama tidak hanya merupakan suatu perpindahan fisik tetapi merupakan suatu perpindahan secara kepercayaan values. Jadi, harusnya (hijrah terlihat) dalam bentuk karakter, dan kemudian muncul dalam kebijakan, cara berpikir, dan keputusan kita mewujudkan values atau nilai-nilai itu. Kalau sebagai suatu kementerian, maka institusi mengelola keuangan negara pada usia 71 tahun adalah suatu usia yang cukup matang untuk kita sudah ada di dalam zona yang baik dan dipercaya. Itu adalah suatu komitmen yang tidak mudah, ” jelas Menkeu.

Namun demikian, Menkeu juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa peringatan tahun baru Islam ini lama kelamaan hanya menjadi acara seremonial semata yang tidak diresapi makna dan nilainya.

“Saya khawatir dia menjadi semacam komitmen rutin di bibir saja sehingga tidak mewarnai cara kita berpikir, cara kita berucap, cara kita bekerja, cara kita untuk menjalankan tugas dan fungsi keuangan negara,” tegas Menkeu.

Untuk itu, Menkeu mengingatkan agar setiap insan Kemenkeu tidak berpuas diri dan terus meneladani nilai-nilai dari kisah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Medinah serta mengimplementasikan  dalam pekerjaan sehari-hari.

“Oleh karena itu, saya senang bahwa kita melakukan acara seperti ini sebetulnya lebih kepada refleksi bagi kita sendiri. Melakukan lebih banyak evaluasi, dan refleksi diri dan terus memperbaiki diri,” tutupnya. (bit/nr)