Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Tax Amnesty Diharapkan Menjadi Gerbang Tax Reform

Jakarta, 05/08/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadir memberikan keynote speech pada acara Seminar Nasional Tax Amnesty Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dengan tema "Jembatan Penyelesaian Masa Lalu dan Gerbang Tax Reform" di Dhanapala pada Jumat, 5 Agustus 2016. Dalam acara tersebut, Menkeu menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia saat ini masih didominasi oleh pergerakan komoditas.

“Pergerakan komoditas sangat tercermin dalam kondisi ekonomi kita,” kata Menkeu.

Selain itu, Menkeu juga menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara berkembang memiliki jumlah penduduk yang terus bertambah. Akibatnya adalah angkatan kerja juga turut meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan tambahan lapangan pekerjaan yang memadai. Di sini diperlukan peran sektor swasta seperti HIPMI.

“Kita butuh pengusaha seperti HIPMI untuk meng-create job, karena yang meng-create job bukan pemerintah melainkan pengusaha kecil, menengah dan besar,” jelas Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa manfaat Tax Amnesty bagi Wajib Pajak yaitu Wajib Pajak dapat menyelesaikan persoalan perpajakannya di masa lalu dan memperoleh penghapusan sanksi administrasi. Wajib Pajak juga tidak akan memperoleh pemeriksaan pajak serta dapat menghapus PPh Final atas pengalihan harta tanah dan bangunan. Yang terpenting adalah Wajib Pajak akan memperoleh jaminan atas kerahasiaan datanya.

“Sumber dana yang diperoleh melalui Tax Amnesty akan sangat berguna bagi APBN sebagai penggerak mesin ekonomi. Selain itu, Tax Amnesty diharapkan akan menjadi gerbang tax reform”, jelas Menkeu. (ags)