Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Tekanan di Pasar Uang Masih Terasa

Jakarta, 26/06/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menyatakan bahwa saat ini masih terjadi tekanan di pasar uang akibat rencana penarikan quantitative easing (QE). Hal ini mengakibatkan rupiah masih mengalami pelemahan dan perdagangan saham terlihat lesu. “Penarikan likuiditas dengan mengurangi QE berpengaruh ke seluruh dunia, akan ada tekanan terhadap pasar uang dan itu tidak hanya kepada rupiah,” kata Menkeu (24/6).

Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia, lanjut Menkeu, dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) telah melakukan langkah-langkah koordinasi untuk mengantisipasi hal ini. “Kita melakukan koordinasi dalam FKSSK, tapi jangan harap tiba-tiba rupiah menguat dalam beberapa hari, karena fenomena global masih akan terjadi,” ujar Menkeu.

Menkeu menjelaskan bahwa rencana penarikan QE telah menyebabkan likuiditas global menurun, sehingga investor mulai menarik dana mereka dari pasar uang di negara berkembang. “Kalau AS menarik likuiditas, artinya uang untuk membeli portofolio menjadi lebih sedikit. Itu membuat stock market beberapa hari lalu mengalami guncangan parah,” ungkap Menkeu.

Menurut Menkeu, apabila tidak ada rencana penarikan QE, maka sebenarnya penguatan rupiah sudah terjadi, karena pemerintah telah menyesuaikan harga BBM bersubsidi. “Kalau tidak terjadi QE saya bisa jamin itu (penguatan nilai tukar rupiah), tapi penguatan rupiah ada tarik menarik dengan QE,” kata Menkeu.

Kenaikan harga BBM, jelas Menkeu, akan menekan defisit neraca perdagangan hingga empat bulan mendatang, karena impor migas dipastikan menurun, sehingga rupiah mengalami penguatan. Namun, dengan adanya rencana penarikan QE, maka hal tersebut akan berdampak pada neraca modal serta ikut mempengaruhi defisit neraca pembayaran secara keseluruhan. “Seharusnya kalau neraca perdagangan membaik, rupiahnya menguat, tapi masalahnya bukan pada neraca perdagangan, tapi neraca modal,” pungkas Menkeu.(nic)