Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan dalam acara konferensi pers tentang realisasi APBN 2018 di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta (20/02)

Menkeu: Tidak Ada Lagi Praktek Ijon dalam Penerimaan Pajak

Jakarta, 21/02/2018 Kemenkeu - Dalam konferensi pers tentang realisasi APBN 2018 Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan sampai dengan bulan Januari 2018, jumlah penerimaan tahun 2018 mengalami pertumbuhan hingga dua digit. Menkeu berharap, ini dapat memberikan optimisme di awal dalam upaya merealisasikan target penerimaan pajak 2018. 

“Penerimaan di Januari 2015 itu bukannya naik tapi drop. Januari 2016 juga masih negatif. 2017 saya meminta tidak ada lagi ijon dan kita melihat growthnya adalah 6.02%, jumlah tersebut adalah tanpa Tax Amnesty (TA). 2018 tanpa ijon, pertumbuhannya adalah 11.17%. Poin saya adalah APBN kita sekarang dikelola secara lebih konsisten, lebih sehat, dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas yang lebih baik,” papar Menkeu di aula Djuanda Kementerian Keuangan, Selasa (20/02).

Selain itu, ia juga menambahkan untuk PPh Pasal 21 pertumbuhannya mencapai 16.09% dimana tahun lalu hanya 5.12% dengan pertumbuhan PPh Orang Pribadi sebesar 33.18%, sedangkan tahun lalu hanya mencapai 3.92%. Untuk PPh Badan mengalami pertumbuhan sangat tinggi yaitu tumbuh hingga 43.66%. Hal ini membuktikan sudah tidak adanya praktek ijon. Sedangkan kalau melihat tahun 2017 pertumbuhan PPh Badan adalah negatif 43.36%. 

“Terlihat impor kita mengalami kenaikan, tapi itu adalah menjadi indikator dari pertumbuhan industri dan sektor di Indonesia,” katanya. 

Menkeu juga menyampaikan bahwa usaha Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menertibkan importir berisiko tinggi turut mendukung APBN untuk tumbuh lebih sehat. “Ini adalah suatu momentum positif yang kelihatan sangat baik,” tukas Menkeu.(mra/ind/nr)