Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menkeu: Tidak Hanya Jumlah NPWP, Ekstensifikasi Harus Bisa Tingkatkan Basis Pajak

Jakarta, 11/03/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro meminta jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggalakkan program ekstensifikasi perpajakan sebagai salah satu upaya untuk mencapai target penerimaan perpajakan tahun 2016.

Menkeu menekankan, ekstensifikasi perpajakan yang dilakukan jajaran DJP hendaknya tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang teregistrasi. Namun, yang lebih penting adalah meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak yang telah memiliki NPWP. Dengan demikian, fokus ekstensifikasi tidak semata-mata hanya menambah jumlah NPWP, tetapi juga menambah basis pajak.

“Kita tidak cukup hanya menambah jumlah yang teregister dalam NPWP. Meskipun itu tetap penting, tetapi yang lebih penting, ekstensifikasi adalah kalau kita sudah punya sejumlah warga negara kita yang punya NPWP, maka yang perlu kita perbaiki adalah kepatuhannya dalam memasukkan SPT (surat pemberitahuan) maupun untuk membayarnya dengan benar,” terangnya sesaat setelah melantik Direktur Jenderal Pajak awal bulan ini.

Sebelumnya, Menkeu juga menekankan pentingnya meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam upaya peningkatan tax ratio menjadi 13-14 persen dalam beberapa tahun ke depan. Dengan meningkatnya penerimaan pajak dari WP OP, menurut Menkeu, ketergantungan pada penerimaan pajak dari WP Badan dapat mulai dikurangi, sehingga penerimaan negara pun menjadi lebih pasti.

“WP Badan itu fluktuatif. Perusahaan tidak mungkin (memperoleh) profit besar seumur hidup, pasti ada siklus naik turun; siklus booming, siklus krisis, bullish, bearish dan sebagainya, sehingga pajaknya pun bisa naik turun kalau kita hanya tergantung pada (WP) Badan. Kalau (WP) orang (pribadi) maka ini akan lebih stabil. Mungkin fluktuatif, tetapi fluktuasinya akan jauh lebih kecil daripada fluktuasi yang dihasilkan oleh pajak yang bergantung pada WP Badan,” urainya.(nv)