Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan orasi ilmiah dalam acara wisuda ke XIV dan Dies Natalis ke XVI di Institut Teknologi Del, Toba Samosir, Sumatera Utara (09/09)

Menkeu: Tingkatkan Produktivitas, Pendidikan Tinggi Juga Harus Bangun Softskill

Balige, 11/09/2017 Kemenkeu – Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, peranan pengembangan teknologi dan inovasi sangat penting dalam peningkatan produktivitas. Selain mengharapkan institusi perguruan tinggi dapat membangun inovasi ekonomi yang berbasis teknologi, ia juga berharap institusi perguruan tinggi tidak hanya membangun hardskill tapi juga softskill bagi seorang manusia. Fokus softskill ini menitikberatkan pada bagaimana menjadi individu yang kompetitif dan kompeten tetapi tetap memiliki empati terhadap sesama manusia.

“Strategi pendidikan dan pelatihan di Indonesia harus menyatukan dan dinamis untuk mengakomodasi perkembangan teknologi yang begitu besar sehingga bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kualitas sumber daya Indonesia yang baik, memiliki daya inovasi dan memiliki karakter untuk senang bersaing secara konstruktif. Sistem pendidikan di Indonesia juga perlu mengasah hardskill dan softskill peserta didiknya,” ungkapnya saat memberikan orasi ilmiah dengan tema teknologi dan inovasi dalam acara wisuda ke XIV dan Dies Natalis ke XVI di Institut Teknologi Del, Toba Samosir, Sumatera Utara pada Sabtu (09/09).

Ia menjelaskan pada tahun 2016, walaupun penerimaan pemerintah terkendala di bidang perpajakan tetapi pemerintah tetap memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan. Hal ini dikarenakan investasi di bidang sumber daya manusia tidak bisa ditunda.

Sebagai informasi, pemerintah telah mengalokasikan 20% anggaran untuk pendidikan dan alokasi belanja pendidikan tersebut telah meningkat pesat beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2009 hanya Rp208 triliun sedangkan pada tahun 2017 telah mencapai Rp416 triliun dan tahun 2018 adalah Rp420 triliun.

Pemerintah berkomitmen agar masyarakat dapat menikmati proses pendidikan melalui berbagai kebijakan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), tunjangan untuk guru, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pengembangan serta pembangunan pada infrastruktur pendukung pendidikan. Pemerintah juga mendirikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun 2011 untuk mendanai pendidikan insan Indonesia di lembaga pendidikan terbaik dunia dengan berbagai bidang seperti teknik, sains, pendidikan, kedokteran, kesehatan, ekonomi, pertanian, hukum, seni dan budaya. Pemerintah juga memberikan insentif fiskal bagi kegiatan pendidikan dan penelitian seperti pengurangan pajak penghasilan atau tax deductable. (yog/nr)