Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menko: Diperkirakan Defisit RAPBNP 2017 Lebih Rendah Karena Penghematan Alamiah

Jakarta 07/07/2017 Kemenkeu – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution menjelaskan terkait defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2017 diperkirakan mencapai 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), namun dengan adanya penghematan alamiah pada belanja Kementerian/Lembaga (K/L), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa maka defisit menjadi 2,67% terhadap PDB atau lebih rendah dari perkiraan.

 

“Sejalan dengan pelebaran defisit RAPBNP 2017, SBN (netto) diperkirakan menjadi sekitar Rp433,0 T atau naik Rp33,0 T dengan asumsi ada penghematan alamiah”. Demikian ungkapnya dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membahas penyampaian pokok-pokok Rancangan Undang-Undang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2017 pada Kamis (06/07).

 

Terkait pajak, ia berharap perluasan basis pajak berdasarkan harta deklarasi program tax amnesty dapat menopang pencapaian target pajak. Target penerimaan pajak nonmigas disesuaikan turun Rp50 T agar lebih realistis, sejalan dengan pencapaian pada 2016 serta upaya tahun 2017.

 

Dikutip dari situs Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko), proporsi penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) terhadap total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menurun drastis di tahun 2015, namun meningkat di 2017 karena kecenderungan kenaikan harga minyak. “Target PNBP diperkirakan meningkat Rp10,1 T utamanya oleh kenaikan harga minyak,” tambahnya.

 

Adapun mengenai Belanja Pemerintah Pusat (BPP) tahun 2017,  tumbuh paling tinggi dalam empat tahun terakhir. Realisasi belanja 15 K/L besar dalam semester I 2017 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2016. “Realisasi belanja barang dan modal K/L semester I tahun 2017 juga menunjukkan keberhasilan percepatan pelaksanaan anggaran,” ujarnya. (nr/dns)