Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menko Perekonomian: Cadangan Devisa Masih Aman

Jakarta, 08/07/2013 MoF (Fiscal) News – Penurunan cadangan devisa pada akhir Bulan Juni menjadi 98,1 miliar dolar AS dibanding posisi akhir Mei yang sebesar 105,1 miliar dolar AS dinilai masih cukup kuat untuk membiayai impor dan pembayaran utang luar negeri lebih dari lima bulan. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Yogyakarta pada Sabtu (6/7).

Namun demikian, menurutnya, saat ini telah kembali terjadi penguatan dari sisi aliran dana masuk (net inflow) ke dalam negeri. “Saya terus berkoordinasi dengan Gubernur Bank Indonesia dengan intens mengenai kondisi keuangan, karena sekarang ini justru terjadi net inflow kembali setelah adanya net outflow kemarin, sehingga menandakan kita masih kuat dan cadangan devisa sebesar 98 miliar dolar AS masih kuat membiayai impor kita lebih dari lima bulan,” terangnya.

Penurunan cadangan devisa tersebut, lanjutnya, dikarenakan adanya arus modal asing yang keluar (capital outflow) sepanjang Bulan Juni 2013. Ia menambahkan, posisi cadangan devisa kali ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2005-2008 yang berada di bawah 100 miliar dolar AS. Terlebih, penurunan cadangan devisa tahun ini diakui karena adanya capital outflow yang menekan indeks saham.

Ia menambahkan, selama ini tidak ada ketentuan batas aman cadangan devisa di atas 100 miliar dolar AS. Menurutnya, yang perlu ditinjau  adalah adanya potensi penggerusan devisa, meskipun untuk saat ini hal tersebut belum terjadi. “Gubernur BI mengatakan dia nyaman dengan kondisi saat ini, soal-soal yang kritis sudah kita atasi seperti masalah BBM (bahan bakar minyak), inflasi dan beberapa persoalan lain. Kita pun melihat net inflow baik pada transaksi modal maupun transaksi keuangan sudah mulai terjadi,” jelasnya.(ans)