Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Menteri Negara Penghasil Sawit Bahas Perkembangan Industri Sawit

Jakarta, 12/04/2017 Kemenkeu - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Seri Mah Siew Keong memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Keempat Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), di Jakarta pada Selasa (11/04). Beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut, antara lain, perkembangan terbaru pada industri kelapa sawit global, termasuk tantangan berupa hambatan perdagangan dan kriteria keberlanjutan.


Menurut Darmin, cetak biru menjadi penting untuk menentukan jangka waktu dan target capaian dalam pengembangan industri kelapa sawit. “Kelompok kerja teknis akan dibentuk untuk menyelesaikan rancangan sebelum Pertemuan Tingkat Menteri ke-5 pada Desember 2017,” ujarnya seperti dikutip melalui laman Kemenko Perekonomian.


Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan multi-stakeholders untuk meningkatkan kualitas minyak sawit dan keberterimaan. Oleh karena itu, sebelum penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri berikutnya, akan dilaksanakan dialog dengan para pemangku kepentingan terkait seperti petani kecil, sektor swasta, negara-negara pengimpor utama minyak sawit dan LSM.


Pertemuan ini juga membahas peningkatan kerja sama lebih lanjut dengan negara-negara penghasil kelapa sawit lainnya. “Kita perlu meningkatkan partisipasi negara-negara penghasil kelapa sawit lainnya dan berupaya untuk menarik lebih banyak keanggotaan dalam CPOPC,” tambahnya.


Selain itu, para Menteri CPOPC menyusun komunike bersama untuk menyampaikan sikap negara-negara produsen utama minyak sawit terhadap resolusi Parlemen Eropa tentang Palm Oil and Deforestation of Rainforests. Resolusi dianggap kontra produktif terhadap upaya kuat negara-negara penghasil minyak sawit untuk pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Anggota CPOPC berpandangan bahwa isu-isu lingkungan tidak selayaknya digunakan sebagai alat untuk diskriminasi dan pembatasan terselubung dalam perdagangan. (as/rsa)