Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menkeu Sri Mulyani Indrawati pada Seminar Utama Hari Oeang dengan tema "2030 : Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Dunia Melalui Transformasi Digital dan APBN yang Berdaya Saing” di Aula Dhanapala kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis (26/10).

Menuju 2030: Transformasi Kekuatan Ekonomi Natural Resources ke Human Capital

 Jakarta, 27/10/2017 Kemenkeu - Tidak dapat dipungkiri lagi dunia ekonomi digital berkembang dengan sangat pesat. Diperkirakan tahun 2030 ekonomi Indonesia bisa berada pada peringkat ke-4 di dunia. Di dalam acara Seminar Utama “2030: Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Dunia Melalui Transformasi Digital dan APBN yang berdaya saing”, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pentingnya peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Oleh karena itu, anggaran pendidikan sebesar Rp444,1 T pada APBN 2018 diharapkan dapat menyiapkan generasi muda dalam menghadapi perubahan ini.

“Pertumbuhan ekonomi sejak orde baru banyak sekali pertumbuhan ekonomi Indonesia didrive oleh komoditas. Untuk bisa mengembangkan menjadi negara besar pada 2030-2045 maka Indonesia harus mampu mentransformasi kekuatan kekuatan ekonominya dari basis natural resources menjadi ekonomi yang berbasis human capital,” jelasnya di Aula Dhanapala, Kamis (26/10).

Sebagai negara kepulauan, peran teknologi sangat penting bagi Indonesia. Dengan adanya teknologi permasalahan jarak dapat diatasi sehingga seluruh wilayah di Indonesia dapat terhubung dengan lebih baik. Tidak ada lagi wilayah yang tertinggal maupun terpencil. Namun, teknologi dan konektivitas dapat muncul apabila terdapat infrastruktur yang baik. Untuk mewujudkan hal itu, maka pemerintah terus fokus dalam membangun infrastruktur, baik fisik maupun jaringan internet.

“Orang yang dapat menikmati aplikasi, itu orang yang mempunyai daya beli smartphone. Kedua, mereka yang mempunyai akses listrik, makanya jika mereka berada pada wilayah yang tidak ada fasilitas listrik masuk maka mereka tidak akan bisa generasi muda yang memiliki tiga karakter: connected, confidence dan creative. Ketiga, mereka tidak hanya menjadi user, namun makin lama mereka punya ide dan kemudian menjadi creator,” terangnya.

Selanjutnya, ia menambahkan, bahwa tugas negara untuk dapat memfasilitasi para generasi muda yang memiliki tiga karakter tersebut agar dapat bermanfaat. Bagaimana ketiga karakter itu dapat menjadi aset di masa depan baik dalam bentuk kreatifitas, produk, bahkan aktivitas ekonomi, sehingga bisa membuat masyarakat Indonesia menjadi makmur, sejahtera, dan adil.

“Oleh karena itu, fokus dari pemerintah APBN adalah memberikan kesempatan dalam hal investasi sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan adalah sesuatu yang harus dilakukan. Ini adalah hak rakyat Indonesia sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia” tegas Menkeu. (ma/nr)