Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Mobil Murah Tidak Membuat Anggaran Subsidi Membengkak

Jakarta, 18/09/2013 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan (Menkeu) meyakini, peredaran mobil murah atau dikenal dengan Low Cost Green Car (LCGC) tidak akan berdampak buruk pada belanja subsidi tahun depan. Hal ini dikarenakan, sudah ada peraturan teknis dari Kementerian Perindustrian yang menyatakan bahwa LCGC idealnya menggunakan bahan bakar non-subsidi. “Kalau LCGC nggak akan berdampak, kan nggak pakai BBM subsidi,” kata Menkeu, Selasa (17/9).

Sebelumnya, pemerintah memprediksi belanja subsidi energi tahun depan melonjak Rp44,1 triliun, sehingga pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 akan mencapai Rp328,7 triliun. Hal ini disebabkan oleh melemahnya nilai tukar rupiah, sehingga biaya impor minyak membengkak.

Dalam RAPBN 2014 disebutkan bahwa kuota BBM bersubsidi akan mencapai 48 juta kilo liter (kl) hingga 50,5 juta kl. Menkeu berharap volume kuota BBM bersubsidi tahun depan tetap terjaga. “Bisa saja diputuskan di bawah 50,5 juta kilo liter, tapi itu tergantung Komisi VII dengan (Kementerian) ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral). Cuma yang saya tahu, volumenya mudah-mudahan bisa enggak melampaui kuota, karena konsumsi kan tidak akan terlalu besar tahun depan,” kata Menkeu.(nic)