Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Neraca Pembayaran Indonesia Catatkan Surplus 2,2 Miliar Dolar AS

Jakarta, 15/08/2016 Kemenkeu - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II-2016 mencatatkan surplus sebesar 2,2 miliar dolar AS, setelah sebelumnya mengalami defisit sebesar 0,3 miliar dolar AS pada triwulan I-2016. Surplus tersebut ditopang oleh menurunnya defisit transaksi berjalan dan meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara dalam keterangan resminya pada Jumat (12/08) menyatakan, perkembangan tersebut menunjukkan adanya keseimbangan eksternal perekonomian yang semakin baik dan turut menopang terjaganya stabilitas makro ekonomi.

Lebih lanjut ia menambahkan, defisit transaksi berjalan mengalami penurunan terutama didorong oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas. Defisit transaksi berjalan menurun dari 4,8 miliar dolar AS, atau 2,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan I-2016 menjadi 4,7 miliar dolar AS atau 2 persen dari PDB pada triwulan II-2016.

“Penurunan tersebut ditopang oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas akibat peningkatan ekspor nonmigas yang lebih besar dari peningkatan impor nonmigas,” jelasnya.

Sementara itu, peningkatan surplus transaksi modal dan finansial terutama didukung oleh persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan meredanya ketidakpastian di pasar keuangan global. Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan II-2016 tercatat mencapai 7,4 miliar dolar AS, lebih besar dibandingkan dengan surplus pada triwulan I-2016 yang sebesar 4,6 miliar dolar AS.(nv)