Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Neraca Pembayaran Triwulan II-2013 Diprediksi Membaik

Jakarta, 14/06/2013 MoF (Fiscal) News - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2013 diperkirakan segera membaik. "Perbaikan NPI ditopang oleh surplus yang cukup besar di Transaksi Modal dan Finansial (TMF), setelah mengalami defisit di triwulan I-2013," jelas Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Peter Jacobs dalam keterangan resminya pada Kamis (13/6).

Surplus TMF tersebut, lanjutnya, didukung oleh aliran masuk modal investasi langsung dan portofolio seiring dengan persepsi positif terhadap fundamental dan prospek ekonomi Indonesia ke depan. Di sisi lain, sesuai dengan pola musimannya, defisit transaksi berjalan pada triwulan II-2013 diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sementara itu, kinerja ekspor masih tertekan karena lemahnya permintaan dan penurunan harga komoditas dunia, sedangkan impor, termasuk impor minyak dan gas bumi (migas) masih meningkat. BI mencatat, cadangan devisa pada akhir Mei 2013 sebesar 105,1 miliar dolar AS, atau setara dengan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional.

Ia juga menjelaskan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Bulan Mei 2013 kembali mencatatkan deflasi, meskipun ekspektasi inflasi meningkat. IHK Mei 2013 tercatat -0,03 persen (mtm) atau 5,47 persen (yoy), didorong oleh deflasi harga kelompok volatile foods seiring membaiknya pasokan pangan.

Di sisi lain, inflasi inti tercatat pada level yang rendah, 3,99 persen (yoy), sejalan dengan harga komoditas global yang menurun, nilai tukar yang terjaga, dan respons sisi penawaran yang masih memadai. "Namun demikian, BI mencermati ekspektasi inflasi yang meningkat terkait dengan rencana kebijakan subsidi BBM yang akan ditempuh pemerintah," katanya.

Sementara itu, tekanan administered prices cenderung meningkat terkait penerapan tarif tenaga listrik tahap II dan kelangkaan liquefied petroleum gas (LPG). Ke depan, selain memperkuat bauran kebijakan, BI juga akan meningkatkan langkah-langkah koordinasi dengan pemerintah untuk mengendalikan ekspektasi inflasi, antara lain dengan menjaga pasokan bahan pangan dan memitigasi dampak lanjutan dari rencana kenaikan harga BBM.(ak)