Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Neraca Perdagangan Diyakini Akan Terus Membaik

Jakarta, 22/10/2013 MoF (Fiscal) News – Sampai dengan akhir tahun ini, defisit Neraca Perdagangan Indonesia diyakini akan terus mengalami perbaikan. Pemerintah, menurut Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri, berharap paket kebijakan stabilisasi ekonomi yang dikeluarkan pada Agustus lalu dapat memperbaiki neraca perdagangan. “Kemarin itu (Agustus) kita sudah punya surplus karena impor minyak turun. Mudah-mudahan yang berikut, kalaupun tidak berlanjut surplus, paling tidak defisitnya kecil. Kalau itu saja kita dipertahankan, maka neraca perdagangan kita defisitnya sampai akhir tahun mengecil. Kita fokus di policy yang kita jalankan,” kata Menkeu.

Selain itu, Menkeu menilai membaiknya perekonomian Cina pada kuartal III yang tumbuh 7,8 persen akan membantu memperbaiki Neraca Perdagangan Indonesia. Menurutnya, dengan adanya perbaikan tersebut tekanan terhadap kinerja perdagangan juga membaik. “Jepang juga mulai membaik. Pada periode ke depan ini akan membantu mengurangi tekanan neraca perdagangan,” kata Menkeu, Senin (21/10).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2012, Neraca Perdagangan Indonesia mengalami defisit 1,63 miliar dolar AS. Rinciannya, nilai ekspor tercatat 190,04 miliar dolar AS dan nilai impor sebesar 191,67 miliar dolar AS. Neraca perdagangan Agustus 2013 mengalami surplus 132,4 juta dolar AS, terdiri dari nilai ekspor 13,16 miliar dolar AS dan nilai impor 13,03 miliar dolar AS. (nic)