Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Neraca Perdagangan Indonesia 2015 Catatkan Surplus 7,52 Miliar Dolar AS

Jakarta, 21/01/2016 Kemenkeu - Secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2015 mencatatkan surplus sebesar 7,52 miliar dolar AS, atau membaik jika dibandingkan neraca perdagangan pada tahun 2014 yang mencatatkan defisit sebesar 1,88 miliar dolar AS.

Menurut catatan Bank Indonesia (BI), perbaikan neraca perdagangan tahun 2015 tersebut didorong oleh naiknya surplus neraca perdagangan nonmigas dan menurunnya defisit neraca perdagangan migas. “Perbaikan neraca perdagangan tersebut semakin mendukung perbaikan kinerja transaksi berjalan Indonesia yang diperkirakan lebih baik dari tahun sebelumnya dan berada pada level yang lebih sehat,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan resminya.

Sebelumnya, ia juga mengungkapkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Bulan Desember 2015 mengalami defisit sebesar 0,23 miliar dolar AS, lebih baik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencatatkan defisit sebesar 0,41 miliar dolar AS. Perbaikan pada neraca perdagangan Bulan Desember 2015 tersebut, lanjutnya, didorong oleh surplusnya neraca perdagangan nonmigas. “Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas meningkat dari bulan sebelumnya,” tambahnya.

Neraca perdagangan nonmigas Desember 2015 sendiri tercatat mengalami surplus sebesar 0,27 miliar dolar AS, setelah sebelumnya mengalami defisit sebesar 0,27 miliar dolar AS. Surplus neraca perdagangan nonmigas ini didorong oleh pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 10,12 persen (mtm), lebih tinggi dari pertumbuhan impor nonmigas yang sebesar 4,50 persen (mtm).

Pertumbuhan ekspor nonmigas terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati serta komoditas seperti pakaian jadi bukan rajutan; bijih, kerak dan abu logam; bubur kayu (pulp); serta timah. “Sedangkan pertumbuhan impor nonmigas didorong oleh naiknya impor komoditas mesin dan peralatan mekanik, besi dan baja, bahan kimia organik, kapal laut dan bangunan terapung, serta senjata/amunisi,” urainya.

Di sisi lain, neraca perdagangan migas Bulan Desember 2015 mencatatkan defisit sebesar 0,50 miliar dolar AS, lebih tinggi dari defisit pada Bulan November 2015 yang sebesar 0,14 miliar dolar AS. Neraca perdagangan migas tersebut tertekan oleh penurunan ekspor migas sebesar 13,20 persen (mtm), dimana pada saat yang sama, impor migas meningkat 9,61 persen (mtm).(nv)