Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Neraca Perdagangan Indonesia Juni 2016 Kembali Catatkan Surplus

Jakarta, 18/07/2016 Kemenkeu - Surplus neraca perdagangan Indonesia kembali meningkat pada Bulan Juni 2016, didukung oleh perbaikan kinerja neraca perdagangan nonmigas maupun migas. Surplus neraca perdagangan tercatat sebesar 0,90 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan surplus pada Mei 2016 yang sebesar 0,37 miliar dolar AS.

Secara rinci, neraca perdagangan nonmigas pada Juni 2016 mencatat surplus sebesar 1,40 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan surplus pada Mei 2016 yang sebesar 1,08 miliar dolar AS. “Meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh ekspor nonmigas yang meningkat 11,1 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan impor nonmigas yang tercatat sebesar 9,1 persen (mtm),” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara dalam keterangan resminya pada Jumat (15/07).

Peningkatan ekspor nonmigas tersebut, lanjutnya, dipengaruhi oleh peningkatan ekspor produk manufaktur seperti mesin/peralatan listrik, mesin/pesawat mekanik, pakaian jadi bukan rajutan, dan barang-barang rajutan, serta ekspor bijih, kerak, dan abu logam. Sementara itu, meningkatnya impor nonmigas didorong oleh meningkatnya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, besi dan baja, kendaraan dan bagiannya, serta barang dari besi dan baja.

Di sisi migas, defisit neraca perdagangan migas pada Juni 2016 tercatat sebesar 0,50 miliar dolar AS, turun dari 0,71 miliar dolar AS pada Mei 2016. “Penurunan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh kenaikan ekspor migas yang sebesar 23,9 persen (mtm), terutama ekspor minyak mentah 27,8 persen (mtm) dan gas alam 23,0 persen (mtm), jauh lebih besar dari peningkatan impor migas yang sebesar 1,0 persen (mtm),” tambahnya.

Sementara itu, untuk keseluruhan triwulan II-2016, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar 1,94 miliar dolar AS, atau meningkat dibandingkan surplus pada triwulan I-2016 yang sebesar 1,66 miliar dolar. BI menilai, kinerja neraca perdagangan pada Juni 2016 dan keseluruhan triwulan II-2016 positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan.(nv)