Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Nilai Tukar Jadi Pertimbangan Kelanjutan Redenominasi Rupiah

Jakarta, 12/04/2014 MoF (Fiscal) News - Rencana pemerintah untuk menyederhanakan nilai mata uang pemerintah atau yang lebih dikenal dengan redenominasi rupiah belum akan terwujud dalam waktu dekat. Masih fluktuatifnya nilai tukar rupiah dan  faktor lain menjadi alasan pemerintah dan Bank Indonesia menghentikan sementara rencana penyederhanaan tersebut. 

Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menyatakan, tidak akan memaksakan wacana redenominasi tersebut. Meski diakui Menkeu, Rancangan undang-undang (RUU) redenominasi sebenarnya sudah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).  "Redenominasi sebenarnya sudah masuk, tapi saya melihat dalam situasi saat ini, nilai tukar rupiah yang masih volatile. Jadi sulit," jelas Menkeu di Jakarta.

Menkeu menilai, ada terdapat banyak risiko yang harus dihadapi jika terus melanjutkan redenominasi saat ini, salah satunya inflasi. Apabila gagal, rencana redenominasi tersebut akan berdampak terhadap inflasi yang akan menjadi tinggi. "Ada risiko inflasi. Kalau situasinya sudah lebih baik mungkin (redenominasi rupiah) bisa dilakukan," ujar Menkeu.(nic)