Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Outlook Ekonomi 2017: Hati-Hati Bukan Berarti Tidak Optimistis

Jakarta, 18/01/2017 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, untuk membahas evaluasi pelaksanaan APBN-P 2016 dan outlook perekonomian Indonesia Tahun 2017. Menkeu menjelaskan realisasi sementara APBN-P 2016, di mana asumsi makro tahun 2016 sudah terealisasi dengan cukup baik. "Pondasi yang baik, growth domestik yang baik, APBN yang makin kredibel dan tax amnesti yang sukses,” kata Menkeu dalam raker yang berlangsung pada Rabu (18/01).


Dalam paparannya terkait outlook perekonomian 2017, Menkeu menegaskan bahwa perkiraan ini tidak luput dari arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang belum pasti, serta belum terlihat dampaknya terhadap perekonomian dunia. Oleh karena itu, pemerintah perlu hati-hati dalam mengelola APBN, namun bukan berarti tidak optimistis. Pemerintah sebagai motor penggerak ekonomi akan terus menjaga agar APBN tetap kredibel dan berkesinambungan. "Menjaga APBN se-kredibel mungkin walaupun ada ketidakpastian, sebisa mungkin diserap ke dalam postur 2017,” tegasnya.


Sebagai informasi, Asumsi Dasar Ekonomi Makro tahun 2017 yaitu asumsi tingkat pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5.1 persen dan inflasi sebesar 4.0 persen. Sementara itu suku bunga (SPN) ditargetkan 5.3 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp13.300 dan harga minyak diperkirakan $45/barel. Sedangkan lifting minyak ditargetkan 815 ribu barel/ hari dan lifting gas 1.150 ribu barel setara minyak/ hari. (mra/rsa)