Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pajak Progresif Bagi Kontainer yang Lama Parkir di Pelabuhan

Jakarta, 19/07/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah berencana mengenakan pajak progresif bagi kontainer yang parkir lama di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Ini dilakukan untuk mengurai masa bongkar muat (dwelling time) kontainer di pelabuhan tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pihaknya masih membahas terkait rencana ini. Hal ini untuk memberikan hukuman (punishment) bagi pengusaha yang lama memarkir kontainer di pelabuhan.

“Ke depan, akan ada penalti bagi importir maupun eksportir. Terutama importir yang menempatkan barangnya di dalam pelabuhan dan tidak segera mengambil kembali, maka akan dikenakan pajak progresif,” katanya, Jumat (19/7). Ia juga menambahkan bahwa pihaknya bukan ingin mencari tambahan pajak dari hal ini, namun Pemerintah ingin memberikan hukuman bagi pengusaha yang lama memarkir kontainernya.

Di samping itu, pemeritah juga akan memberikan penghargaan (reward) khususnya bagi pengusaha yang langsung mengambil kontainernya di pelabuhan. Namun, pemerintah masih membahas aturan ini. “Jadi kalau perlu satu hari tidak ada bea. Nanti baru dua hari ada pengenaan pajaknya,” kata Hatta.

Selama ini, masalah dwelling time belum dapat terurai karena makin banyaknya kontainer yang bertahan di pelabuhan. Hatta menjelaskan bahwa ada 4.000 kontainer yang parkir di Tanjung Priok, yang akhirnya harus pindah ke pelabuhan Cikarang. “Nantinya, kontainer ini juga harus dipindah ke pelabuhan baru, yaitu Cimalaya. Tapi ini kajiannya masih belum selesai, masih terkendala lahan,” jelasnya. (nic)