Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pajak untuk Menyatukan Indonesia

Denpasar, 20/01/2017 Kemenkeu - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi instrumen untuk dapat mencapai pertumbuhan yang tinggi, agar kesejahteraan masyarakat dapat dicapai. Namun, APBN perlu dijaga agar kredibel, efisien dan efektif serta berkesinambungan. Untuk menjaganya, sisi penerimaan utamanya, yaitu pajak, memegang peranan penting.

Oleh karena itu, negara berupaya sekuat tenaga agar masyarakat membayar pajak, sebagai sumber dana untuk membangun Indonesia. “Pajak, di dunia manapun tidak ada fansnya. Tidak ada orang yang jadi fanatik untuk bayar pajak. Karena itu, pajak jadi suatu kewajiban yang harus sifatnya di-impose,” jelas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan kuliah umum di Universitas Udayana, Denpasar, Bali pada Jumat (20/01).

Menurut Menkeu, pajak adalah salah satu instrumen yang mendukung untuk mampu menyatukan Indonesia, karena pajak digunakan untuk mengurangi kesenjangan antar daerah. “Karena untuk menyatukan Indonesia, kita tidak bisa hanya dengan pidato,” tambahnya.
Ia mencontohkan, dengan uang pajak Rp1 triliun, salah satunya dapat membangun 3.541 km jembatan atau memberikan dana BOS bagi 714.286 siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) / Madrasah Aliyah (MA). “Melalui APBN, utamanya pajak, kita dapat sebenarnya menyatukan Indonesia,” tegasnya. (as/rsa)