Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Paket Kebijakan Ekonomi Berjalan Efektif, Ekonomi Indonesia Semakin Sehat


 
Jakarta, 07/01/2014 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menilai paket kebijakan ekonomi yang dirilis pemerintah pada Agustus 2013 lalu telah berdampak positif bagi kinerja ekonomi nasional. "Saya bisa katakan kebijakan yang diambil pemerintah sejak Agustus (2013) untuk mengurangi defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan sudah membuahkan hasil," papar Menkeu dalam acara jumpa pers di Jakarta, Senin (6/1).


Menkeu mengatakan bahwa dampak positif tersebut terlihat dari membaiknya neraca perdagangan yang mencatatkan surplus. Untuk Bulan November 2013 saja, surplus tercatat mencapai 776,8 juta dolar AS. "Kalau dilihat neraca perdagangan akan surplus, dan kalau aktivitas ekonomi melambat, neraca jasa akan turun. Maka triwulan empat, defisit neraca transaksi berjalan akan turun dan menjadi lebih kecil dari triwulan sebelumnya," kata Menkeu.


Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), defisit transaksi berjalan tercatat mulai menyempit menjadi 8,4 miliar dolar AS atau 3,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan III-2013. Pada triwulan sebelumnya, defisit tercatat sebesar 10 miliar dolar AS atau 4,4 persen terhadap PDB. "Diperkirakan defisit transaksi berjalan pada 2013 berada di kisaran 3,5 persen-3,7 persen terhadap PDB dan pada 2014 berada di kisaran 2,7 persen-3,2 persen terhadap PDB," jelas Menkeu. Sementara, neraca perdagangan pada Oktober dan November telah mengalami surplus, masing-masing sebesar 24,3 juta dolar AS dan 776,8 juta dolar AS, sehingga memperbaiki neraca pembayaran pada triwulan IV-2013.


Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menilai, perkembangan defisit transaksi berjalan (current account deficit) telah bergerak ke arah yang lebih positif. "Malah di kuartal IV ini, kita melihat defisit transaksi berjalan bisa ada di kisaran 3 persen. Dua bulan lalu kita perkirakan defisit transaksi berjalan kuartal IV ada di atas 3 persen," jelas Gubernur BI pada Selasa (7/1).


Ia menambahkan, pada kuartal III-2013, defisit yang terjadi mencapai kisaran 3,8 persen. Namun, pada kuartal IV-2013 angka tersebut berpotensi berada di bawah 3 persen. "Jadi secara umum, Indonesia sudah merespons lebih baik. Impor, dalam arti impor yang tidak perlu itu dikurangi. Kan nanti kondisi perekonomian kita akan lebih sehat ke depan," jelas Gubernur BI.(nic)