Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pasar Keuangan Berketahanan untuk Dukung Pembangunan Berkesinambungan

Jakarta, 13/04/2016 Kemenkeu - Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk bertumbuh. Namun, kurang dalamnya pasar keuangan menyebabkan kurangnya ketersediaan dana untuk mendukung pembangunan yang berkesinambungan. “Harus mempunyai pasar keuangan yang berketahanan terhadap gejolak supaya bisa mendukung ketersediaan dana yang berkesinambungan untuk pembangunan,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, pekan lalu.

Pendalaman pasar keuangan ini menjadi penting dimana dari data, Indonesia masih mengalami ketertinggalan disbanding beberapa negara lain di Asia. “Pasar keuangan yang dalam dan likuid seperti kita cita-citakan masih jauh dari harapan kita,” katanya. Oleh karena itu, ia berharap Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK) dapat menjadi langkah awal, agar pasar keuangan nasional dapat menyamai, bahkan mengungguli negara lain.

Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad berharap dengan upaya pendalaman pasar keuangan, pengawasan dalam prosesnya dapat dilakukan dengan baik pula. “Pendalaman pasar keuangan ini harus diikuti dengan pengawasan agar pendalaman ini tidak selalu diasosiasikan dengan risiko yang besar juga," katanya. Ia mengapresiasi kerja sama dengan Menteri Keuangan dan Gubernur BI untuk terus mendorong pendalaman sektor keuangan tersebut.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan, Gubernur BI dan Ketua Dewan Komisioner OJK  menandatangani Nota Kesepahaman terkait Pendalaman Pasar Keuangan untuk Mendukung Pembiayaan Pembangunan Nasional. Ruang lingkup dalam MoU ini salah satunya meliputi pembentukan FK-PPPK yang terdiri atas Kementerian Keuangan, BI dan OJK. (as)