Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pebisnis Asing Nilai Pemerintah Serius Sikapi Defisit Transaksi Berjalan

Jakarta, 27/08/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menyampaikan bahwa para investor kini tengah mengkaji secara mendalam empat paket kebijakan ekonomi yang baru saja dikeluarkan pemerintah. Penelaahan dilakukan untuk menilai efektivitas kebijakan tersebut dalam mengatasi defisit transaksi berjalan. “Kebijakan ini harus dipelajari oleh pasar. Waktu Jumat pekan lalu, saya baru melakukan conference call dengan 540 investor dari seluruh dunia dan mereka baru mulai mau mencernanya,” ungkap Menkeu, Senin (26/8).

Dari conference call yang dilakukan Menkeu, diketahui bahwa investor merespons positif empat kebijakan ekonomi baru tersebut. Namun, para investor memang meminta pemahaman menyeluruh terhadap kebijakan tersebut. “Kalau jangka panjang pendeknya itu berkaitan dengan sektor keuangan atau moneternya. Karena mereka berpandangan kami sudah serius untuk menyikapi persoalan defisit transaksi berjalan,” kata Menkeu.

Kebijakan penggunaan biodiesel atau bahan bakar nabati (BBN) sampai dengan 10 persen sebagai campuran solar merupakan salah satu respons positif yang diperoleh Pemerintah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Indonesia menurunkan impor minyak. “Pertumbuhan ekonomi 5,9 persen sampai 6 persen juga realistis dengan kondisi transaksi berjalan yang ada sekarang. Kami meyakinkan para investor kalau defisit transaksi berjalan lebih rendah disbanding kuartal III dan IV sangat sensible,” kata Menkeu. Meski demikian, target penurunan defisit transaksi berjalan membutuhkan waktu, mengingat pasar selama dua hari ini bergerak stagnan.(nic)