Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan arahannya dalam acara acara Hari bakti Perbendaharaan 2018 di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan (19/01)

Pegawai Kemenkeu Harus Menjadi Duta APBN

Jakarta, 22/01/2018 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan agar para pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus melek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan mampu menyebarluaskannya kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Menkeu pada acara Hari bakti Perbendaharaan 2018 dengan tema “Tingkatkan Literasi Perbendaharaan untuk Menggemakan Pembangunan” yang diselenggarakan di Aula Mezanine, Kementerian keuangan, Jakarta, Jumat (19/01).  Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo, Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono,dan Sekretaris Jenderal Hadiyanto.

“Saya senang, ada inisiatif yang disebut literasi dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan menularkan pengetahuan dan pengalaman ke perguruan tinggi, ke sekolah-sekolah. Saya termasuk yang merasa bahwa kita di dalam melakukan sosialisasi dan pemahaman APBN itu, kita investasinya masih sangat kecil,” kata Menkeu.

Mengingat generasi saat ini (milineal) akan menjadi tulang punggung jalannya Republik Indonesia ke depan, Menkeu memberikan perhatian khusus kepada kelompok tersebut. Dan salah satu ciri generasi milineal adalah kemampuan untuk fokus yang pendek, Menkeu melihat diperlukan strategi khusus untuk mensosialisasikan APBN kepada generasi tersebut.

“Apalagi sekarang generasi milenial. Katanya generasi milenial itu span of attention dan kemampuan untuk fokus itu sangat pendek. Coba lihat Twitter cuma 280 karakter. Bagaimana APBN yang setebal ratusan halaman anda harus concise-kan menjadi 280 karakter. Maka saya minta supaya anda semua kreatif. The mind and the attention dari milenial kita yang merupakan generasi menajdi backbone-nya Republik ini untuk mereka sadar mengenai APBN, sadar mengenai keuangan negara, sadar mengenai yang disebut Uang Kita. Itu menjadi suatu fondasi yang sangat penting untuk Indonesia maju kedepan,” tambahnya. 

Menurut Menkeu, jika rakyat sadar APBN maka mereka akan akan merasa memiliki Indonesia dan berkontribusi dalam pembayaran pajak bagi pembangunan negara. “Karena kalau masyarakat tahu mengenai APBN, pertama dia akan bilang .. jadi sekarang saya tahu kenapa saya harus bayar pajak, saya sekarang tahu dengan membayar pajak saya merupakan shareholder dari Republik ini,” contoh Menkeu.

Oleh karena itu, Menkeu meminta agar seluruh pegawai Kemenkeu paham APBN dan mampu mensosialisasikannya kepada masyarakat secara benar.
“Saya ingin semua orang di Kementerian Keuangan menjadi duta besar kita di dalam menyampaikan (pemahaman APBN) ke masyarakat. Kalau sampai ada pejabat eselon II dan III di Direktorat Jenderal Perbendahaan ditanya mengenai APBN nda ngerti itu kebangeten. Itu kebangeten,” tegas Menkeu. (btr/ind/rsa)