Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pelaksanaan Semester I APBN Lebih Baik Dari Tahun Lalu

Jakarta, 14/07/2017 Kemenkeu – Membahas Laporan Realisasi Semester I Pelaksanaan APBN TA 2017 bersama Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Kamis (13/07), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pelaksanaan semester I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2017 telah menunjukkan kinerja yang lebih baik apabila dibandingkan APBN Tahun 2016.

“Hal ini menunjukkan bahwa APBN dijaga oleh pemerintah sebagai instrumen yang efektif dan kredibel untuk mencapai tujuan masyarakat adil dan makmur.” ujar Menkeu.

Pada capaian Semester I APBN 2017, pendapatan negara tercatat mencapai Rp.718 triliun dari target sebesar Rp.1.750,3 triliun. Pendapatan negara yang mencapai Rp.718 triliun terdiri dari pendapatan perpajakan sebesar Rp.571,9 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp.146,1 triliun. Sedangkan realisasi penyerapan belanja negara pada semester I 2017 sebesar Rp.893,3 triliun dari target Rp.2.080,5 triliun. Dengan rincian belanja pemerintah pusat sebesar Rp.1.315,3 triliun terealisasi Rp.498,6 triliun. Belanja K/L dari Rp.763,6 triliun terealisasi Rp.263,9 triliun, dan belanja non K/L dari Rp.552,0 triliun terealisasi Rp.234,6 triliun.

Sementara itu, realisasi transfer ke daerah dan dana desa dari target Rp.764,9 triliun terealisasi sebesar Rp.394,8 triliun. Sedangkan primary balance semester I 2017 adalah sebesar negatif Rp.68,2 triliun yang berarti defisit. Namun apabila dibandingkan dengan semester I tahun lalu, primary balance ini kurang dari separuhnya jauh lebih kecil dibanding yaitu sebesar Rp.143,4 triliun. “Jadi ini menunjukkan kami mencoba memperbaiki APBN tanpa mengganggu ekonomi. Trend nya tentu tidak bisa langsung berbalik karena pasti akan menimbulkan shock tapi arahnya telah benar dan akan kita jaga terus," kata Menkeu.

Dengan kondisi tersebut, menurut Menkeu, defisit anggaran masih bisa dijaga pada kisaran 1,29% terhadap produk domestik bruto (PDB) jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 1,82%. “Ringkasan ini telah mencakup seluruh esensi cerita dari kinerja dari semester I APBN 2017, yang terus kita jaga secara hati-hati dan terus secara konsisten menggambarkan kepada dewan dan kepada seluruh pelaku ekonomi bahwa kami menjaga fiskal secara hati-hati dan bertanggungjawab,” pungkasnya. (ip/hr)