Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pelemahan Nilai Tukar Sesuai Fundamental Ekonomi Indonesia

Jakarta, 28/11/2013 MoF (Fiscal) News - Pelemahan nilai tukar rupiah yang belakangan ini terjadi dinilai mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia. Pasalnya, terdepresiasinya rupiah lebih disebabkan oleh banyaknya permintaan dolar AS. Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di Jakarta, Rabu (27/11).

Menurutnya, faktor eksternal yang menyebabkan permintaan dolar AS meningkat adalah upaya mengurangi risiko oleh para investor. Hal ini lantaran mengantisipasi perkembangan di beberapa negara, seperti rencana bank sentral Brazil untuk menaikkan suku bunga, serta indikator ekonomi Amerika Serikat yang menunjukan belum akan diambilnya aksi penarikan stimulus oleh Bank Sentral AS (The Fed) pada akhir tahun ini.

“Maka rupiah masih dalam tingkat mencerminkan fundamental ekonomi kita, ini adalah satu kondisi yang sudah dipahami BI. Ini memang faktornya lebih ke eksternal ada risk on dan risk off,” terangnya.

Sedangkan permintaan dolar AS di dalam negeri, sambung dia, lebih disebabkan kebutuhan menjelang akhir tahun. Di mana, valuta asing tersebut akan dipakai untuk kebutuhan repatriasi keuntungan yang dibayarkan ke perusahaan induknya. “Tapi ada juga yang dialokasikan untuk pembayaran utang dan pembayaran bunga utang,” ungkapnya.

Jika melihat jumlah pembayaran utang di bulan November ini, Agus mengakui lebih tinggi dibandingkan bulan Oktober. Namun, dalam memenuhi kewajibannya sebenarnya korporasi swasta sudah lebih awal mendapatkan dolar AS untuk kebutuhannya tersebut, tetapi kemungkinan ada kebutuhan-kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi menjelang akhir bulan. “Jadi mohon jangan khawatir karena Indonesia sekarang sudah semakin ramping dan fit,” pungkasnya. (ans)