Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pelemahan Rupiah Hanya Bersifat Sementara

Jakarta, 11/06/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hanya bersifat sementara. Pelemahan terjadi karena adanya pengaruh dari regional dan global semenjak Bank Sentral Amerika (The FED) berencana untuk tidak melanjutkan kebijakan quantitative easing. “Orang berpikir jangan-jangan modal ke emerging market akan berkurang, dan kemudian market bereaksi,” kata Menkeu, Senin (10/6).

Dalam kesempatan yang sama, Menkeu juga membantah bahwa pelemahan nilai tukar rupiah akibat belum pastinya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menurutnya, pemerintah sudah menegaskan akan menaikkan harga BBM bersubsidi. “Dulu pertanyaannya naik atau tidak harga BBM. Sekarang sudah jelas kalau harga BBM akan naik,” jelas Menkeu. Menurutnya, market saat ini tidak lagi mempersoalkan masalah tersebut. Namun, lebih berfokus kepada defisit neraca perdagangan yang pada April lalu kembali mengalami defisit sebesar 1,6 miliar dolar AS. “Saya percaya, kalau nanti harga BBM naik, komsumsi migas akan menurun dan neraca perdagangan akan improve. Kalau improve, rupiah akan menguat,” ujar Menkeu.

Sementara itu, terkait dengan Indeks Harga Saham Gabungan, Menkeu mengatakan bahwa hal tersebut memang berpengaruh terhadap Indonesia. Namun, menurutnya, anjloknya harga saham tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga di berbagai negara lainnya. “Nikkei juga jatuh. Tapi saya lihat itu trennya temporer. Biasalah, fluktuasi di dalam,” pungkas Menkeu.(nic)